Apa yang dimaksud dengan corroborative?

“Corroborative” berarti mendukung atau memperkuat sesuatu, biasanya merujuk pada bukti atau informasi yang menegaskan kebenaran dari sebuah pernyataan atau klaim. Dalam konteks hukum, misalnya, bukti corroborative adalah bukti yang digunakan untuk mendukung atau memperkuat bukti utama, memastikan bahwa informasi yang diberikan lebih dapat dipercaya.

Dalam konteks sains atau ilmu terapan, “corroborative” merujuk pada data, eksperimen, atau temuan yang mendukung atau memperkuat hipotesis, teori, atau hasil penelitian sebelumnya. Misalnya, jika suatu penelitian awal menunjukkan bahwa suatu obat memiliki efek positif pada penyakit tertentu, data dari studi lanjutan yang menghasilkan temuan serupa dapat dianggap sebagai “corroborative evidence,” yang memperkuat keyakinan bahwa efek obat tersebut memang valid dan dapat diandalkan.

Corroborative evidence dalam sains penting karena membantu memperkuat keabsahan suatu teori atau temuan dengan menunjukkan bahwa hasil yang sama dapat diperoleh dalam kondisi atau percobaan yang berbeda. Ini berfungsi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian dan memastikan bahwa temuan tersebut bukan sekadar kebetulan atau kesalahan eksperimental.

Selama kuliah, terutama dalam konteks penelitian dan pengambilan keputusan berbasis data, terdapat beberapa alasan mengapa konsep ini penting:

  1. Validasi Temuan Penelitian: Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu sering terlibat dalam penelitian. Memahami pentingnya bukti corroborative membantu mereka mengevaluasi apakah temuan penelitian dapat diandalkan dan apakah hasil tersebut konsisten dengan penelitian lain.
  2. Pengembangan Pemikiran Kritis: Mempraktikkan konsep ini mengasah kemampuan berpikir kritis, karena mahasiswa akan lebih cenderung mempertanyakan dan mencari bukti tambahan yang mendukung atau menyangkal suatu klaim, hipotesis, atau teori.
  3. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Di bidang seperti bisnis, teknik, ilmu kesehatan, dan hukum, pengambilan keputusan sering kali didasarkan pada bukti yang dikumpulkan. Menggunakan pendekatan corroborative memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih informatif dan dapat diandalkan.
  4. Replikasi dan Reproducibility: Dalam ilmu sains, kemampuan untuk mereplikasi hasil eksperimen adalah kunci. Bukti corroborative yang berasal dari replikasi ini membantu memastikan bahwa hasil yang didapatkan bukan kebetulan, tetapi memang didasarkan pada fenomena yang dapat diulang.
  5. Meningkatkan Kredibilitas Akademis: Mahasiswa yang memahami dan menerapkan konsep corroborative dalam pekerjaan mereka cenderung menghasilkan karya yang lebih solid dan kredibel, baik itu dalam bentuk makalah, laporan penelitian, atau proyek lainnya.

Secara keseluruhan, konsep corroborative adalah bagian penting dari metodologi ilmiah dan analisis kritis yang relevan di hampir semua bidang studi, menjadikannya keterampilan yang berharga untuk dipelajari dan dipraktikkan selama masa kuliah.

Views: 0

Apa yang dimaksud dengan hubris?

Hubris adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani kuno yang merujuk pada sikap kesombongan atau keangkuhan yang berlebihan, terutama terhadap para dewa atau kekuatan alam. Dalam konteks sastra dan mitologi Yunani, hubris sering dianggap sebagai tindakan atau sikap yang melampaui batas-batas yang wajar, biasanya diikuti oleh kehancuran atau hukuman sebagai konsekuensinya. Hubris sering dianggap sebagai salah satu penyebab utama dari tragedi dalam drama klasik Yunani, di mana karakter utama menderita akibat dari kesombongannya sendiri.

Dalam konteks politik, hubris sering mengacu pada kesombongan atau keyakinan yang berlebihan pada diri sendiri oleh seorang politisi atau pemimpin. Ketika seorang politisi merasa sangat yakin bahwa mereka tidak bisa salah atau bahwa mereka di atas hukum dan norma-norma yang berlaku, mereka bisa melakukan tindakan-tindakan yang tidak bijaksana, tidak etis, atau bahkan melanggar hukum. Ini sering kali disertai dengan pengabaian terhadap saran, kritik, atau tanda-tanda peringatan dari orang lain.

Ketika seorang politisi melakukan hubris, mereka bisa mengambil keputusan yang buruk, terlibat dalam skandal, atau gagal memahami suasana hati publik, yang semuanya bisa menyebabkan penurunan popularitas, hilangnya dukungan politik, dan akhirnya jatuh dari kekuasaan. Contoh sejarah menunjukkan bahwa banyak pemimpin yang melakukan kesalahan fatal karena hubris, seperti memaksakan kebijakan yang tidak populer, terlibat dalam korupsi, atau mengabaikan tuntutan rakyat, yang akhirnya mengarah pada kekalahan dalam pemilihan, pemakzulan, atau bahkan revolusi.

Dalam politik, jatuhnya seorang politisi akibat hubris bisa sangat dramatis, dan sering kali, setelah jatuhnya mereka, hal ini menjadi pelajaran bagi yang lainnya tentang bahaya kesombongan dan pentingnya tetap rendah hati dan peka terhadap realitas politik dan sosial.

Views: 0

Apa arti OSINT?

OSINT adalah singkatan dari Open Source Intelligence atau Intelijen Sumber Terbuka. Ini merujuk pada proses mengumpulkan dan menganalisis informasi yang tersedia secara publik dari berbagai sumber yang terbuka untuk umum. OSINT biasanya digunakan dalam konteks militer, keamanan, investigasi, dan riset untuk mengumpulkan data tanpa harus mengakses informasi rahasia atau terlindungi.

Sumber-sumber OSINT bisa mencakup:

  1. Media massa – seperti berita dari surat kabar, majalah, dan siaran berita.
  2. Internet – seperti situs web, blog, media sosial, forum, dan platform video.
  3. Laporan publik – seperti laporan pemerintah, penelitian akademis, dan laporan keuangan perusahaan.
  4. Catatan publik – seperti catatan pengadilan, catatan perusahaan, dan dokumen hukum.

OSINT penting karena dapat memberikan wawasan yang luas dan mendalam tanpa melanggar undang-undang atau melibatkan metode pengumpulan informasi yang invasif.

Views: 0

Mana yang baku: bis atau bus?

Jika yang dimaksud adalah kendaraan besar, yang baku ialah bus (misalnya: bus kota, bus sekolah).

Bis ialah istilah baku antara lain untuk menyebut kotak surat besar milik perusahaan pos dan pita kain untuk menutup tepian kain lain.

Editor: Yoseph Samodra

Views: 0