Bagaimana belajar Bahasa Mandarin?

Sapaan

Yang paling umum:

Ni hao ma? (Apa kabar?)

Bisa dijawab setidaknya 4 tingkatan:

  1. Wo hen hao (Benar-benar baik, luar biasa)
  2. Hai ke yi (Baik, cenderung biasa)
  3. Hai hao (Biasa aja, cenderung tidak baik, tapi tidak ingin ditanya lebih lanjut)
  4. Bu tai hao (Tidak baik, wajib ditanya sebabnya).

Orang Taiwan dalam menanyakan kabar bisa juga menggunakan:

Chi bao le ma? (Apakah sudah makan kenyang?)

Dijawab dengan:

Chi bao le (Sudah makan kenyang).

Pertanyaan lain:

Zui jin zen me yang? (How are you recently?)

Ni zai gong zuo ma? (Are you work?)

Perkenalan

Wo jiao Mao Li-xing.

Wo shi Yinni ren.

Kosa kata

Mao = kucing

Gou = anjing

Niu = beef

Zhu = babi

Rou = daging

Kali = curry

Shuijiao = pangsit rebus

Sanmingzhi = sandwich

Chaodan = fried egg

Chaofan = fried rice

Han bao = hamburger

Pao cai = kimchi

Shui guo = buah

Xigua zhi = watermelon

A hua tian = Ovaltine

Hua sheng tang = permen kacang

Bing sha = smoothie, slurpee, “ice sand”

Natie = latte

Natie kafei bingsha = coffee latte ice blended

Re = hot

Re qiaokeli = hot chocolate

Bing kuai = ice cube

Yinliao = minuman (bukan air bening) gelasan

Hongcha = black/red tea

Lucha = green tea

Zhenzhu naicha = bubble milk tea

Duoduolu = Yakult green tea

Fengmi ningmeng = honey lemon

Neiyong = dine in

Waidai = take out

Duo tang = extra sugar

Duo bing = extra ice

Weitang = 30% sugar

Shaobing = 70% ice

Yigong = in total

Jia = add

Lai = datang

Laizi = come from

Jie = pick up

Zhu zai = live in

Huanying = welcome

Qing deng yi xia = wait a second

Yaoqing = to invite

Du shu = belajar

Lihai = good at something

Taibei yixue daxue = Taipei Medical University

Ganen / ganxieni / feichang ganxie (ni) = I am grateful

Pa shan = mendaki gunung

Zou zou = walk around

Jian kang = healthy

Yimiao = vaccine

Wo de jia ren = My family

Erzi = son

Nuer = daughter

Xiansheng = suami

Taitai = istri

Meili de = beautiful

Nushi = woman

Jin fa = gold hair

Dongxi = barang

Shei = who

Zhi shi shei? = Who is this?

Ji = how many

Han = dan

keshi = but

Jintian = today

Wanshang = evening

Lagu Sekolah Minggu

Tian fu baba ni ai wo

Wo yao tian tian zan mei ni

Da sheng huan hu gan xie ni

Tian tian lai ai ni

Ye su shi wo hao peng you

Wo yao tian tian zan mei ni

Kun nan lai le bu hai pa

Tian tian lai ai ni

Lalalalala lalala 2x

Zan mei di hai zi

Zui xi le

Lalalalala lalala 2x

Zan mei di hai zi

Zui xi le

Views: 0

Apa beda penyadur dan penyunting?

Dunia tulis-menulis dipenuhi dengan berbagai istilah yang merujuk pada peran dan tanggung jawab berbeda. Terkadang, istilah ini membingungkan karena memiliki makna yang mirip tetapi sebenarnya berbeda dalam konteks dan penggunaan. Artikel ini akan menjelaskan beberapa istilah seperti penulis, penyunting, penyadur, pengadaptasi, penukil, hingga kurator, serta bagaimana peran ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

1. Penulis, Penyunting, dan Kolumnis: Apa Bedanya?

Penulis adalah orang yang bertugas menghasilkan karya tulis dari awal. Penulis bertanggung jawab penuh atas isi, pesan, dan gaya tulisannya. Karya mereka bisa berupa artikel, buku, atau bahkan cerpen.

Penyunting, di sisi lain, berperan dalam menyempurnakan tulisan. Tugasnya mencakup memeriksa tata bahasa, ejaan, serta memastikan tulisan sesuai dengan gaya yang diinginkan. Penyunting tidak selalu menulis dari awal, tetapi keberadaannya penting untuk menjaga kualitas karya.

Ada 3 bagian besar pekerjaan editor/penyunting:

  • Structural Editing = Tentang kontennya, flow story-tellingnya, 5W 1H, logikanya
  • Copyediting = Grammar, diksi, tanda baca
  • Proofreading = Pengecekan typo dan tampilan saat diprint.

Sementara itu, kolumnis adalah seorang penulis khusus yang biasanya menulis secara rutin dalam kolom tertentu, baik di media cetak maupun digital. Tulisan kolumnis cenderung bersifat opini atau analisis dengan gaya khas mereka.

2. Penyadur dan Pengadaptasi: Peran yang Mirip, Tapi Berbeda

Istilah penyadur dan pengadaptasi sering kali dianggap sama, tetapi sebenarnya ada perbedaan penting di antara keduanya:

  • Penyadur: Orang yang menyusun ulang, menerjemahkan, atau meringkas karya asli tanpa mengubah inti atau pesan utamanya. Contohnya, menyederhanakan cerita klasik menjadi bacaan untuk anak-anak.
  • Pengadaptasi: Lebih kreatif daripada penyadur, pengadaptasi mengubah karya asli agar sesuai dengan media, audiens, atau konteks tertentu. Contohnya adalah mengadaptasi novel menjadi naskah film.

Jika seseorang hanya mengambil sebagian kecil dari teks asli (misalnya beberapa kalimat dari sebuah artikel) dan kemudian mengembangkan ide baru dari sana, mereka dapat disebut penulis, asalkan kontribusi mereka mendominasi karya akhir. Namun, jika karya mereka tetap berpusat pada teks asli, istilah penyadur lebih sesuai.

3. Penukil: Pengutip yang Menghormati Sumber

Penukil adalah orang yang mengambil bagian tertentu dari suatu teks atau karya (biasanya dalam bentuk kutipan) untuk digunakan dalam tulisannya sendiri. Tugas penukil adalah memastikan kutipan tetap akurat dan mencantumkan sumber untuk menghormati penulis asli. Dalam bahasa Inggris, penukil disebut quoter atau excerptor.

Berbeda dengan penyadur atau pengadaptasi, penukil tidak mengembangkan teks lebih jauh, melainkan hanya menggunakan bagian-bagian tertentu untuk memperkuat argumen atau menyampaikan informasi.

4. Kurator: Mengelola dan Menyajikan Karya

Dalam konteks modern, kurator adalah orang yang memilih, mengelola, dan menyajikan koleksi atau konten tertentu. Dalam bahasa Inggris, kurator disebut curator. Peran ini sangat luas, dari mengelola pameran seni di museum hingga menyusun konten digital untuk platform online.

Kurator berbeda dengan penulis karena mereka lebih berperan dalam mengatur dan menyajikan karya, bukan menciptakannya dari awal.

5. Panitera: Administrator di Balik Layar

Panitera adalah orang yang bertugas mencatat, mendokumentasikan, atau mengurus administrasi resmi. Dalam bahasa Inggris, panitera diterjemahkan sebagai clerk (dalam konteks administratif), scribe (dalam konteks historis), atau registrar (untuk pencatatan resmi seperti di universitas atau lembaga sipil).

Panitera berfokus pada dokumentasi dan pencatatan, berbeda dengan penulis atau penyunting yang berkaitan langsung dengan penciptaan atau penyempurnaan karya.

Kesimpulan: Menghargai Keberagaman Peran

Dunia tulis-menulis adalah ekosistem yang terdiri dari berbagai peran unik, mulai dari penulis yang menciptakan karya, penyunting yang menyempurnakan, hingga kurator yang menyajikan konten. Memahami istilah seperti penyadur, pengadaptasi, dan penukil membantu kita menghargai kontribusi masing-masing pihak dalam proses kreatif.

Dalam bahasa Inggris, istilah-istilah ini juga memiliki padanannya, seperti editor untuk penyunting, translator and adapter untuk penyadur, atau curator untuk kurator. Setiap istilah membawa tanggung jawab dan keahlian yang berbeda, tetapi semuanya berperan penting dalam menghasilkan karya yang berkualitas dan bermakna.

(Penyunting: Yoseph L. Samodra)

Views: 0

Apa itu abugida?

Abugida adalah salah satu sistem penulisan yang menggunakan kombinasi konsonan dan vokal, di mana setiap simbol atau karakter mewakili satu suku kata yang terdiri dari konsonan utama dengan vokal yang dimodifikasi. Berbeda dengan alfabet, di mana konsonan dan vokal ditulis terpisah, dalam abugida, konsonan dasar biasanya memiliki bentuk atau tanda khusus yang menunjukkan vokal tertentu.

Contoh sistem abugida yang terkenal termasuk skrip Devanagari, yang digunakan untuk menulis bahasa Hindi dan beberapa bahasa India lainnya, serta skrip Ge’ez yang digunakan dalam bahasa Ethiopia. Keuntungan dari abugida adalah efisiensi dalam menulis, karena lebih sedikit karakter yang perlu diingat dibandingkan dengan sistem alfabet tradisional yang memisahkan huruf vokal dan konsonan.

Misalnya, dalam abugida, satu karakter dasar mewakili konsonan, tetapi jika ada vokal yang berbeda, maka bentuk atau tambahan tanda pada karakter itu berubah. Sistem ini banyak digunakan di berbagai bahasa Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti aksara Devanagari di India, aksara Jawa, dan aksara Bali di Indonesia.

Secara umum, berikut adalah ciri-ciri utama abugida:

  1. Suku kata dasar – Terdiri dari konsonan dengan vokal bawaan (misalnya, “ka” untuk konsonan “k” dengan vokal “a”).
  2. Modifikasi vokal – Untuk menandakan vokal yang berbeda, bentuk karakter diubah atau diberi tambahan tanda khusus.
  3. Tidak ada vokal mandiri – Vokal berdiri sendiri biasanya ditulis sebagai bentuk terpisah atau dengan tanda khusus.

Abugida berbeda dari abjad (alfabet) yang menuliskan konsonan dan vokal secara terpisah, serta dari abjad silabis (silabari) yang menuliskan suku kata sebagai satuan penuh tanpa modifikasi.

Abjad Jawa atau hanacaraka termasuk dalam kategori abugida. Dalam tulisan Jawa, setiap aksara dasar mewakili satu konsonan dengan vokal bawaan “a.” Jika vokal ingin diubah menjadi vokal lain (misalnya menjadi “i,” “u,” atau “e”), maka digunakan tanda diakritik atau sandhangan tertentu untuk menunjukkan perubahan tersebut.

Contohnya, aksara dasar “ꦲ” (ha) bisa ditambahi sandhangan “ꦶ” (ulu) untuk menjadi “ꦲꦶ” (hi). Ini menunjukkan bagaimana sistem abugida bekerja: konsonan dasar diberikan modifikasi untuk menyesuaikan vokalnya.

Aksara Tionghoa yang digunakan di Taiwan, yang umumnya berupa Hanzi tradisional, termasuk dalam sistem logografis, bukan abugida. Dalam sistem logografis, setiap karakter atau simbol (logogram) mewakili satu kata atau morfem (unit makna) daripada bunyi fonetik tertentu seperti vokal atau konsonan.

Dalam Hanzi, setiap karakter memiliki makna tersendiri dan sering kali tidak menunjukkan secara langsung bagaimana cara pengucapannya. Misalnya, karakter “山” berarti “gunung” dan dibaca “shān” dalam bahasa Mandarin, tetapi karakter tersebut tidak memberi petunjuk mengenai bunyi vokal atau konsonan tertentu. Sistem logografis seperti ini sangat berbeda dari abugida, karena fokusnya pada makna daripada representasi bunyi.

Views: 3

Apa definisi kemiskinan struktural?

Definisi kemiskinan struktural menurut bertakon.com yang disusun berdasarkan sumber terlampir:

Kemiskinan struktural adalah kondisi kemiskinan yang disebabkan oleh ketimpangan dalam struktur sosial, budaya, dan politik yang menghambat akses masyarakat terhadap sumber daya dan peluang, sehingga menyulitkan mereka untuk keluar dari kemiskinan karena sistem yang ada tidak mendukung pemberdayaan dan membuat kemiskinan semakin mengakar dan sulit diatasi.

Kemiskinan struktural terjadi akibat rendahnya akses sebagian masyarakat terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu sistem sosial budaya dan sosial politik sehingga tidak mendukung pembebasan kemiskinan dan sebaliknya menyebabkan tumbuh suburnya kemiskinan.[1]

Kemiskinan struktural sendiri diartikan sebagai kondisi kemiskinan yang lahir akibat dari struktur sosial yang kacau yang mengakibatkan masyarakat termarjinalisasi dan sulit memperoleh akses terhadap berbagai peluang (Purwandari, 2013). Hal ini senada dengan apa yang dituturkan oleh Selo Soemardjan (1980), kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang dialami oleh suatu golongan masyarakat akibat struktur sosial yang mengakibatkan masyarakat tersebut tidak bisa ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.[2]

Sumber:

  1. Viktorahadi, B., Haq, M.Z. and Huriani, Y., 2021. Cara Pandang Gereja terhadap Kemiskinan dan Pembangunan. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama4(2), pp.155-166.
  2. Fadillah, A., Timur, F.G.C. and Afifuddin, M., 2024. Reinterpretasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Konteks Neo-Nasionalisme: Memahami Kemiskinan Struktural sebagai Katalisator Paham Terorisme. Jurnal Kewarganegaraan8(1), pp.388-400.

Views: 8

Apa arti dirgahayu?

Ucapan “selamat ulang tahun” dan “dirgahayu” sering kita temui di berbagai media. Banyak orang menganggap kedua istilah tersebut sama artinya, padahal memiliki perbedaan makna.

Perbedaan HUT dan Dirgahayu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), HUT adalah singkatan dari “hari ulang tahun.” Sedangkan “dirgahayu” adalah kata sifat yang berarti “berumur panjang” dan biasanya ditujukan pada negara atau organisasi yang memperingati hari jadinya.

Kata “dirgahayu” berasal dari bahasa Sanskerta dirgahayuh atau dirgahayusa, yang artinya “berumur panjang.” Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) karya Poerwadarminta, kata ini bermakna “semoga berumur panjang.” Penggunaannya, seperti “Dirgahayu Republik Indonesia,” berarti “panjang umur Republik Indonesia.”

Penggunaan HUT dan Dirgahayu yang Benar

Penulisan HUT harus mengikuti aturan bahasa yang benar. Misalnya, HUT RI ke-80 seharusnya ditulis “HUT ke-80 RI” untuk menghindari kesalahpahaman. Jika ditulis “HUT RI ke-80,” bisa diartikan bahwa yang berulang tahun adalah “RI ke-80,” padahal yang dimaksud adalah hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-80. Contoh penulisan yang benar:

  • Benar: HUT ke-80 RI
  • Salah: HUT RI ke-80

Sedangkan untuk penulisan Dirgahayu, beberapa contoh yang benar antara lain:

  • Benar: Dirgahayu RI
  • Salah: Dirgahayu RI ke-80

Contoh lainnya yang benar adalah “Dirgahayu Republik Indonesia” dan “Dirgahayu Kemerdekaan RI,” tanpa menyertakan angka tahun peringatan.

Sumber: https://www.rri.co.id/iptek/834273/penggunaan-kata-hut-dan-dirgahayu

Views: 0

Apa beda overclaim dan false claim?

Istilah overclaim dan misclaim termasuk dalam kategori kesalahan informasi atau klaim yang tidak tepat. Setiap istilah ini memiliki makna yang spesifik tergantung pada konteks, terutama dalam komunikasi, hukum, atau pemasaran. Berikut adalah penjelasan masing-masing:

  1. Overclaim:
    • Pengertian: Overclaim adalah tindakan mengklaim sesuatu secara berlebihan atau melebih-lebihkan fakta. Biasanya, ini terjadi ketika seseorang atau suatu pihak menyatakan bahwa produk, layanan, atau prestasi mereka lebih baik atau lebih unggul daripada kenyataannya.
    • Contoh: Sebuah iklan pasta gigi yang mengklaim dapat memutihkan gigi dalam 24 jam, padahal kenyataannya tidak mungkin terjadi dalam waktu sesingkat itu.
  2. Misclaim:
    • Pengertian: Misclaim adalah tindakan membuat klaim yang salah atau tidak benar. Misclaim seringkali tidak disengaja dan bisa terjadi karena kesalahan informasi, asumsi yang salah, atau kekeliruan dalam pemahaman.
    • Contoh: Sebuah artikel berita yang salah mengklaim bahwa seorang tokoh terkenal telah meninggal, padahal orang tersebut masih hidup.
  3. False Claim:
    • Pengertian: False claim adalah klaim yang sepenuhnya tidak benar, yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar. Berbeda dengan misclaim, false claim lebih cenderung disengaja, dengan tujuan untuk menipu atau memanipulasi.
    • Contoh: Seseorang yang mengklaim memiliki gelar akademik dari universitas terkemuka, padahal dia tidak pernah kuliah di sana.
  4. Underclaim:
    • Pengertian: Underclaim adalah kebalikan dari overclaim, yaitu tindakan membuat klaim yang lebih rendah dari kenyataan atau mengurangi fakta. Ini dapat dilakukan untuk merendahkan ekspektasi atau menyederhanakan informasi.
    • Contoh: Sebuah perusahaan teknologi yang merendahkan kemampuan produk baru mereka, padahal produk tersebut sebenarnya jauh lebih baik dari yang disebutkan.

Secara umum, perbedaan utama dari istilah-istilah ini adalah pada niat dan skala kesalahan dalam klaim yang dibuat. Overclaim melebih-lebihkan, misclaim salah informasi, false claim sepenuhnya keliru, dan underclaim justru meremehkan klaim yang seharusnya lebih besar.

Perbedaan utama antara misclaim dan false claim terletak pada niat dan kesalahan informasi yang mendasari klaim tersebut:

  1. Misclaim:
    • Pengertian: Misclaim adalah klaim yang salah atau tidak akurat, tetapi kesalahan ini biasanya tidak disengaja. Misclaim sering kali terjadi karena ketidaktahuan, kesalahan dalam memahami informasi, atau kesalahan komunikasi. Biasanya, misclaim bukanlah hasil dari niat jahat atau upaya menipu, melainkan hanya kekeliruan yang tidak sengaja.
    • Contoh: Seseorang yang salah mengklaim bahwa suatu produk mengandung bahan organik, padahal sebenarnya produk tersebut tidak, tetapi kesalahan itu terjadi karena kurangnya pemahaman atau informasi yang tidak lengkap.
  2. False Claim:
    • Pengertian: False claim adalah klaim yang salah secara disengaja dan sering kali digunakan dengan niat untuk menipu atau memanipulasi. Dalam false claim, pihak yang membuat klaim tersebut mengetahui bahwa informasi yang disampaikan tidak benar, tetapi tetap menyampaikannya untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mendapatkan keuntungan finansial, memperdaya orang lain, atau menghindari tanggung jawab.
    • Contoh: Seseorang mengklaim telah menyelesaikan sebuah proyek besar untuk mendapatkan promosi, padahal mereka tidak pernah mengerjakan proyek tersebut, dan mereka sepenuhnya sadar bahwa klaim itu salah.

Views: 2

Mengapa grapefruit adalah jeruk, bukan anggur?

Grapefruit sebenarnya adalah jenis jeruk, bukan anggur, karena berasal dari genus Citrus, yang mencakup semua jenis jeruk. Meski namanya dalam bahasa Inggris mengandung kata “grape” (anggur), buah ini tidak memiliki hubungan dengan anggur. Alasan grapefruit diberi nama demikian adalah karena cara buahnya tumbuh, yaitu dalam kelompok atau tandan yang menyerupai kumpulan anggur di pohon.

Secara botani, grapefruit adalah hibrida alami antara pomelo (Citrus maxima) dan jeruk manis (Citrus sinensis), menjadikannya bagian dari keluarga jeruk. Nama grapefruit pertama kali digunakan pada abad ke-18 ketika buah ini ditemukan di Karibia, dan nama ini merujuk pada kemiripan bentuk pertumbuhan buah-buahannya dengan anggur, bukan pada rasanya atau komposisinya.

Di Indonesia, grapefruit dikenal sebagai jeruk Bali, meskipun sebenarnya tidak berasal dari Bali. Nama ini mungkin muncul karena ukuran grapefruit yang besar menyerupai jeruk-jeruk besar lokal di Indonesia, seperti pomelo (jeruk besar) yang sering ditemukan di Bali. Namun, perlu dicatat bahwa pomelo dan grapefruit adalah dua jenis buah yang berbeda. Grapefruit merupakan hasil persilangan alami antara pomelo dan jeruk manis.

Kesalahpahaman ini terjadi karena kemiripan fisik antara pomelo dan grapefruit, yang sering dianggap sebagai jenis jeruk yang sama. Pomelo dan grapefruit adalah dua jenis buah jeruk yang sering kali dianggap serupa karena ukurannya yang besar, namun sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Berikut adalah perbedaan antara pomelo dan grapefruit:

1. Asal Usul

  • Pomelo (Citrus maxima) merupakan spesies jeruk asli dan salah satu jeruk terbesar yang ditemukan di Asia Tenggara. Buah ini sudah lama dikenal dan dibudidayakan di wilayah ini.
  • Grapefruit (Citrus × paradisi) adalah hasil persilangan alami antara pomelo dan jeruk manis. Buah ini pertama kali ditemukan di Karibia pada abad ke-18, sehingga bisa disebut sebagai hibrida.

2. Ukuran dan Bentuk

  • Pomelo umumnya lebih besar daripada grapefruit, dengan diameter bisa mencapai 25-30 cm. Kulitnya juga lebih tebal dan kasar.
  • Grapefruit sedikit lebih kecil, biasanya sekitar 10-15 cm. Kulitnya lebih tipis dibandingkan pomelo, tetapi tetap lebih tebal daripada jeruk biasa.

3. Rasa

  • Pomelo memiliki rasa manis dan segar, dengan sedikit keasaman yang lebih lembut. Daging buahnya juga sering kali lebih berserat dan kering dibanding grapefruit.
  • Grapefruit cenderung memiliki rasa yang lebih pahit dan asam, terutama pada varietas grapefruit merah atau pink. Perpaduan rasa manis, asam, dan pahit ini yang membuat grapefruit dikenal memiliki cita rasa kompleks.

4. Warna Daging Buah

  • Pomelo biasanya memiliki daging buah yang berwarna putih atau merah muda pucat. Warna dagingnya juga cenderung lebih pucat dibandingkan grapefruit.
  • Grapefruit bisa memiliki daging buah berwarna merah, pink, atau kuning, tergantung varietasnya. Varietas grapefruit merah lebih populer karena cenderung lebih manis daripada yang berwarna kuning.

5. Kandungan Gizi

  • Grapefruit umumnya lebih rendah kalori dan kaya akan vitamin C, serat, serta antioksidan. Grapefruit merah atau pink juga mengandung likopen, antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan jantung.
  • Pomelo juga kaya akan vitamin C, serat, dan rendah kalori, tetapi tidak sepopuler grapefruit dalam hal penelitian kesehatan yang mendetail. Pomelo biasanya lebih rendah kadar asam daripada grapefruit.

6. Popularitas dan Kegunaan

  • Pomelo lebih umum ditemukan di Asia Tenggara dan sering dikonsumsi segar atau dalam bentuk salad, terutama di negara-negara seperti Thailand dan Vietnam.
  • Grapefruit lebih populer di negara-negara Barat dan sering dikonsumsi sebagai bagian dari sarapan atau dalam bentuk jus, karena sifatnya yang menyegarkan.

Secara keseluruhan, meskipun pomelo dan grapefruit berasal dari keluarga jeruk yang sama dan memiliki beberapa kemiripan, mereka berbeda dalam rasa, ukuran, warna, serta kegunaan. Pomelo lebih ringan dan manis, sedangkan grapefruit lebih asam dan sering memiliki rasa pahit yang khas.

Views: 0